Family Project – Day 10

Day 10 mau crita tentang proyek kami dalam mendalami ilmu parenting islami secara bersama. yakni…. kami akan datang ke kajian ini nii.. kajian Ustadz Harry Santosa tentang Tazkiyatun Nafs, yang merupakan langkah pertama dalam Fitrah Based Education.. nanti ceritanya nyusul yaaaaa..

kajian.jpg

Advertisements
Posted in IIP

Family Project – Day 9

Selain urusan vaksinasi izan, setengah harianan saya diskusi via wa dengan abizan perihal planning tentang renovasi rumah dinas kami. Walaupun budget kami minim banget, karena masih banyak urusan (utang,red) yang harus diselesaikan (Semoga Allah mudahkan) kami berencana cuci mata ke IKEA besok.. uuch, tak sabar rasanyaa.. Semoga ga gelap mata.. kalo pun gelap kudu realistis dan leghowo menunda pembelian barang inceran walopuuuunnn ghosipnya besok IKEA masih diskoon… oh nooo.. semoga kami membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan semata..

Dan yang ga kalah penting.. harus menyiapkan berbagai taktik dan perbekalan biar besok izan bisa diajak bekerja sama, ga cranky di saat emak abinya cuci mata dan doyan makan karena perjalan ke IKEA lumayan take time kalo dari jaktim.. Bismillah semoga rencana besok lancaaaarr. Abizan jadi supir, mamazan jadi navigator dan izan jadi pengisi acara.. Hope everything run well.. 🙂

 

#tantangan_hari_ke9
#game_level_3
#kami_bisa
#kuliahbunsayiip3

Posted in IIP

Family Project – Day 8

Day 8.. dan besok weekend dimana hampir mustahil saya ngerjain game ini..okee.. mari kita kebut hari ini 😀

Jadi, hari ini family project supeerrr dadakan kita adalah vaksinasi ORI difteri izan.. karena baru tahu jadwal rapat saya hari ini diundur jadi minggu depan, dan abizan lagi free, soooo mendadak saya bikin surat izin untuk antar izan vaksin..

Singkat kata berangkat lah kami ke puskesmas duren sawit, yang sebenernya bukan puskes di daerah kami (kelurahan pisangan,red) tapi karena daerah duren sawit adalah kelurahan di jaktim yang dapat giliran pertama dropping vaksin difteri dari pemerintah, maka kami kejarlah kesana. Usaha ini bukan tanpa konfirmasi, sebelumnya saya dapat info dari teman yg sudah vaksin bahwa vaksin difteri untuk anak usia 1 th dapat diperoleh secara gratis tanpa syarat apa-apa. Pun saya sudah meyakinkan dengan menelepon ke puskes duren sawit, bahwa siapa saja berhak mendapatkan vaksin tsb tanpa dimintai syarat apa2.

Setiba nya disana, dimana kami naik motor di kala cuaca mendung dan angin kencang, ternyata oh ternyata, petugas puskesmas menolak kami karena kami tidak membawa KK atau KTP yang menunjukkan domisili di duren sawit. Intinya, vaksin difteri di kelurahan duren sawit hanya untuk penduduk kelurahan. Well, akhirnya kami memutuskan pulang

Sesaat sebelum kami meninggalkan puskes, ada pak satpam yang sempat mengajak berbincang dan bertanya yang pada akhirnya kami diarahkan ke RSUD duren sawit untuk mendapatkan vaksin tersebut tanpa syarat membawa kartu identitas. Secercah harapan untuk vaksinasi difteri izan dengan gratis. Meluncurlah kami ke rsud..

Tetapi ternyata Allah berkehendak lain, sesampai di sana, bertanyalah saya kepada petugas informasi dan didapatlah info bahwa vaksin difteri yang tersedia di RSUD hanya untuk 19 tahun ke atas, karena untuk usia di bawah itu, dropping nya ke  puskesmas.. oke.. Baiklah.. sekali lagi harus bersabar.. Wlaupun ada pilihan vaksin dengan biaya pribadi di RS atau RV, tetapi mengingat budget kami yang cukup ketat di awal tahun ini,  maka kami memutuskan untuk menunda vaksinasi difteri izan dan berharap puskes pisangan akan segera mendapatkan jatah vaksin ORI difteri..  Dan yang terpenting,, semoga Allah karuniakan kesehatan kepada kita semua. Amiiiinn..

 

#tantangan_hari_ke8
#game_level_3
#kami_bisa
#kuliahbunsayiip3

Posted in IIP

Family Project – Day 7

Day 7.. hmmm.. sebenernya bingung mau cerita apa.. oke.. mungkin tentan proyek tambahan untuk keluarga kecil kami yakni pindah rumah..

Alhamdulillah.. awal tahun ini, kami dapat “jatah” rumah dinas. Yang walaupun bukan di belakang kantor jadi ga bakalan bisa pulang aps istirahat siang :'(, tetapi lokasinya cukup dekat dengan kantor dibanding rumah bekasi. Sejujurnya sudah pengen pindah ke bekasi, tetapi bagi kami, rumah adalah tempat dimana kami  bisa menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama sehingga sebagai konsekuensi saya dan suami sama-sama bekerja, kami memilih tempat tinggal terdekat dari kantor. Jadi saat ini, kami memilih mengontrak rumah di dekat kantor yang walaupun mungkin dengan fasilitas seadanya karena rumah yang tidak terlalu luas dan bukan rumah kami sendiri, tetapi memberikan kesempatan bagi saya untuk bermain dengan izan di saat istirahat siang, dan bagi kami sekeluarga berkumpul bersama di rumah saat azan magrib.. Alhamdulillah

Maka dari itu, pindah ke pondok bambu cukup berat bagi kami, terutama saya.. Saya harus menyiapkan beribu-ribu kesabaran, ketenangan, tenaga, waktu, dan pikiran lebih banyak agar kondisi rumah tetap kondusif. Izan cukup perhatian dan kasih sayang, suami dan rumah cukup terperhatikan.. Bismillah.. wish us luck! Semoga Allah memudahkan jalan kami..

#tantangan_hari_ke7
#game_level_3
#kami_bisa
#kuliahbunsayiip3

Family Project – Day 6

Di day ke 6 ini mau nyritain senin dan selasa kemarin pasca ikut kelas bermain. Entah karena kelas bermain, ato karena izan nya yang lagi hepi, 2 hari terakhir ini izan banyak omong.. lebih banyak menggunakan 2 kata disambung dan beberapa kali ngikutin emaknya yang nyanyi buat dia.. Bahkan, izan yang mungkin kebiasa “dimanja” sama pengasuhnya dengan selalu dibantu merapihkan mainan, 2 hari terakhir pinter  banget. Sambil emaknya nyanyi-nyanyi dengan nada dan lirik yang dibuat sendiri, doi ngerapihin balok kayu sehabis main. lagu berhenti, doi protes, “lagi-lagi”.. hihihi.. alhamdulillah.. izan semakin pandai diajak berkomunikasi..

Hoya,, sedikit bercerita ttg WWL yang sedang saya upayakan.. Izan semakin pintar dengan instruksi dan sugesti yang saya tanamkan. Terkadang saya berhasil mengalihkam keinginannya menyusu dengan minum air atau bermain. Tetapi kadnag kala saya juga mengalihkan keinginannya. Nah ketika ini terjadi, maka saya gunakan jurus yang disarankan seorang teman, yakni menyusuinya dengan memberinya jangka waktu, misal dengan membunyikan suara alarm hp kesukaannya.. Yoyoii.. pangeran kecil ini auditori banget jadi suka dengan bunyi-bunyi an.. Awlahnya alarm diset 10 menit, lalu 5 menit dan sekaranbg menjadi 3 menit saja…. tapiiii.. jurus ini mempannya kalo dia lagi on, kalo mau berengki tidur mah boro-boro, pasti maunya ngempeng.. heelppp! sebulan 2 hari lagi niiii..

 

#tantangan_hari_ke6
#game_level_3
#kami_bisa
#kuliahbunsayiip3

Posted in IIP

Family Project-Day 5

Well.. Setelah sebelumnya saya bercerita tentang persiapan kelas bermain izan.. Sekarang saatnya saya bercerita tentang serunya dan cerianya izan mengikuti kelas bermain ini..

Sejujurnya, pertama sampai di lokasi, saya sudah deg-degan karena agenda pertama dalah yoga, sedangkan instrukturnya adalah seorang Hindu.. Namun saya bismillah saja, setelah sebelumnya sempat memastikan bahwa tidak ada isu agama dalam kelas yoga anak. Memasuki rumah Mbak Sanda yang menjadi lokasi, saya terpana karena rumahnya cukup apik, mewah namun hangat dan ramah anak. Di kamar depan, tampak seperti kids corner dimana ada mainan rumah-rumahan, terowongan, rak lengkap dengan berbagai buku dan banyak mainan.. Izan awalnya malu-malu dan merengek karena iza tipe anak yang butuh waktu untuk beradaptasi di tempat baru dengan orang yang baru pula. Namun setelah ketemu sama mainan kesukaanna, yakni kereta-kereta an dan rangkaian jalan kereta yang bisa dipasang lepas seperti puzzle, dia langsung klik..

Beberapa waktu kemudian, tiba lah waktu untuk memulai kelas yoga di ruangan sebelah.. Awalnya izan masih ogah-ogahan karena maunya main kereta dan rangkaian jalurnya.. Namun, setelah saya ajak bicara bahwa ada tante guru sedang mengajari olahraga, perlahan dia mulai tertarik dan mau mengikuti gerakannya sedikit demi sedikit. Menurut penuturan mbak Sanda, Yoga ini baik dilakukan untuk memulai kegiatan agar dapat meningkatkan fokus anak ketika memulai kegiatan. Saya katakan, “Izan hebat, ya. mau menirukan tante guru”.

Setelah yoga selesai, lanjut ke kegiatan berikutnya yaitu sensorik play dengan adonan tepung dingin berwarna ungu yang diibaratkan seperti es krim di sebuah wadah yang besar.. Izan yang sudah diganti kostumnya menjadi geng kutang langsung asyik menyendoki adonan dan memasukkan ke dalam cup es krim. Good Job boy! Bahkan di saat teman-temannya sudah ingin menyudahi permainan dan ingin segera mencuci tangan, doi masih asyik sendiri. sampe-sampe harus dirayu-rayu cuci tangan dan main air biar mau berhenti :’D

Saat mencuci tangan pun doi ga mau udahan.. maunya kecipak kecipuk main air terooss sampe kutang dan celananya basah dan harus ganti kostum kutang yang lain.. hahaha

Next, acara paling seru yaitu melukis di atas kanvas. Mbak Sanda menyiapkan kanvas untuk masing-masing anak, berbagai cat warna ELC yang non toxic, kuas, cetakan bentuk, pom pom, kertas warna-warni di atas rak. Mbak Sanda menjelaskan, dalam kegiatan melukis ini menggunakan process art approach, dimana fasilitator dan orang tua akan mengedukasi melalui proses ketika si anak bermain warna, bukannya mengarahkan anak untuk membuat suatu gambaran sesuai contoh. Hal ini untuk memancing daya imajinasi dan kreativitas sang anak.

Setelah mendapatkan kuas dan palet dengan berbagai warna, Izan tanpa ragu langsung mencoret-coret kanvasnya dengan warna merah, campur kuning campur ijo yang diambilin emaknya. Selanjutnya, saya persilahkan dia memilih warna. Ternyata di antara banyak warna dia suka warna biru keunguan.. berkali-kali dia menuangkan cat itu langsung ke kanvasnya.. Walopun hasilnya masih sangat abstrak (mungkin aliran senimu abstrak ya nak :’D), tapi ia sangat asyik dan fokus dengan kanvasnya sendiri. Padahal, teman-teman seusianya banyak yang sudah ga betah duduk di kursi dan berlarian kesana-kemari. Mbak Sanda berkomentar, “Wah izan fokusnya bagus ya, betah berlama-lama bermain cat”. Dan saya tersipu malu sambil bersyukur mendengarnya.. Amin ya nak, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang punya fokus yang tinggi dalam melakukan kebaikan dan menuai prestasi sepanjang hayatmu kelak. :*

izan

#tantangan_hari_ke5
#game_level_3
#kami_bisa
#kuliahbunsayiip3

Posted in IIP

Family project – Day 4

Family project hari ke 4 kami adalah tentang persiapan kelas bermain izan bersama Mbak Sanda dari Capung Kuning. Pelaksanaannya adalah hari Sabtu tanggal 13 di Condet, yakni di rumah Mbak Sanda sendiri. Seperti biasa, saya bangun pagi untuk memasak dan menyiapkan barang-yang akan dibawa pergi. Abinya izan beberes sambil menemani izan bermain agar tak nemplok ke mama-nya lalu memandikannya. Maklum, art kami hari itu tidak masuk, jadi kami pun harus terbiasa mandiri. Sehabis mandi, saya menyuapi izan dan menemani abizan sarapan. Selanjutnya, saya dan abizan bergantian mandi dan bersiap-siap.

Sejak hari kamis, saya sudah sounding ke izan bahwa kita akan bermain kotor-kotoran dengan eskrim dan melukis dengan cat yang berwarna-warni. Sounding itu saya lanjut tanamkan  hari jumat dan hingga sepanjang perjalanan menuju lokasi. Di mobil saya  katakan kepada izan,” izan yang semangat ya, nak main eskrim dan melukisnya biar abi semangat antar izan kemana-mana”. Sejujurnya ini juga sounding ke abizan agar dia tahu betapa berharga dan bermanfaatnya kami meluangkan waktu untuk menemani izan bermain yang tak sekedar bermain, namun juga “bermakna”. Sebenarnya bisa saja kami melakukannya di rumah, tetapi ada beberapa kekurangan yakni harus menyediakan alat dan bahan sendiri, tak ada interaksi bersama anak lain dan fasilitator, tak mengenalkan tempat baru untuk izan dll yang maknanya adalah, dari kelas bermain ini, kami berharap dapat melatih kecerdasan intelektual izan (mengenal tekstur, suhu, warna, kecerdasan bahasa) dan juga kecerdasan emosional izan.

Begitulah cerita tentang persiapan kelas bermain izan.. Mengenai pelaksanaannya sendiri, akan saya ceritakan ke dalam Family Project-Day 5.

 

#tantangan_hari_ke4
#game_level_3
#kami_bisa
#kuliahbunsayiip3